Jusuf Kalla Menilai Pengusaha Sombong Jika Tak Ikut Tax Amnesty

Jusuf Kalla

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla menuturkan bahwa kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak merupakan kesempatan yang sangat jarang terjadi. Pemerintah pun juga tidak setiap waktu mengeluarkan kebijakan tersebut. Oleh sebab itu lah, Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa pengusaha akan sombong jika tidak mengikuti kebijakan tersebut. JK menjelaskan bahwa pengampunan pajak tersebut sama seperti obral pakaian murah di mall. Obral tersebut pastinya tak datang setiap waktu.

Jusuf Kalla

Tax Amnesty menurut Kalla merupakan bukti kasih sayang Pemerintah kepada seluruh warga negara. Ini juga merupakan kemewahan atau kemurahan yang diberikan oleh Pemerintah kepada masyarakat. Sehingga kebijakan tersebut seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin. Kebijakan ini pun jangan berharap terjadi kembali pada tahun 2017, maupun 30 tahun lagi.

Pajak

Pengampunan pajak ini dinilai oleh Pemerintah merupakan cara terbaik untuk menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia, ditengah pelemahan perekonomian secara global. Salah satu strategi Pemerintah yakni mengedepankan persatuan. Dimana seluruh elemen, baik pemerintah, rakyat, dan juga para pengusaha, untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan perekonomian. Terlebih untuk pengusaha yang merupakan peran penting dalam membangun perekonomian Tanah Air.

Jusuf Kalla menambahkan bahwa amnesti terakhir yang diberikan oleh Pemerintah adalah saat peristiwa perdamaian Aceh. Dimana, hampir ribuan orang yang sejatinya harus dihukum dan dipenjara, tidak jadi masuk ke dalam jeruji besi, dengan syarat yakni menyerahkan senjata. Sedangkan kalau pengusaha, tujuan pemerintah memberikan pengampunan pajak ini agar mereka dapat tidur dengan nyenyak dan sejahtera. Daripada hunian ataupun mobilnya menggunakan nama sopir. Sebaiknya ungkap, tebus, lega daripada ungkit, tangkap, lemas. Adapun tagline ungkap, tebus, lega merupakan tagline Pemerintah, yang memiliki arti jika warga negara Indonesia telah mengikuti kebijakan tax amnesty dengan mengungkap harta yang belum pernah dilaporkan, dan dengan membayar uang tebusan, maka WNI akan merasakan lega, lantaran terbebas dari ancaman pidana pajak.

Selain itu, JK menuturkan bahwa tidak ada lagi manfaat yang akan dirasakan oleh pengusaha jika terus menyimpan asetnya di luar negeri. Mengingat hitung-hitungan return investasi, bahwa menyimpan aset berupa uang di Indonesia akan jauh lebih menguntungkan. Lantaran di Tanah Air tercinta kita ini bunganya masih rendah, yakni 5-6 persen. Jika dibandingkan dengan bunga deposito di Singapura, Hong Kong, maupun negara lainnya yang masih negatif.

JK pun juga mengingatkan bahwa pada tahun 2018 mendatang, akan diberlakukan sistem informasi perpajakan dunia (AEol). Sehingga pemberlakuan amnesti pajak dimulai pada tahun ini. Dengan kebijakan Automatic Exchange of Information (AEol) tersebut, semua orang yang melanggar merupakan musuh dunia, jika diibaratkan seperti terorisme.

Pangampunan Pajak

Hal diatas disampaikan oleh Jusuf Kalla di kala memberikan sambutan dalam acara sosialisasi program pengampunan pajak. Acara tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama dengan Pemerintah. Terima Kasih.