Manfaat Lahan Bekas Stasiun, Anak Usaha PT KAI Berencana Membangun Pusat Komersil

Rencana Mall

Anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), yakni PT Kereta Api Properti Manajemen (KAPM), terus berusaha mengembangkan secara luas bisnisnya. Diketahui saat ini KAPM tengah berencana untuk membangun pusat perbelanjaan seperti mall, hotel, perkantoran, di Purwokerto, yang dimana lahan yang digunakan merupakan bekas emplasemen stasiun Purwokerto Timur.

Rencana Mall

PT KAPM sendiri ini memiliki usaha di bidang pengelolaan properti ataupun aset perkeretaapian yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) maupun juga dengan pihak lainnya. Ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan serta pula untuk memberikan nilai tambah dari properti/aset tersebut. Seingga dapat memenuhi standar mutu terbaik, tentunya dengan mengedepankan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk komposisi saham kepemilikan saham PT KA Properti Manajemen yakni PT KAI sebesar 99,90% dan 0,1 % merupakan Yayasan Pusaka. PT KAPM ini dipimpin oleh Kusworo, sedangkan PYMT Direktur Utama dipegang oleh Sinung Tri Nugroho. Adapun visi PT KAPM, yakni menjadi perusahaan properti dan jasa konstruksi umum terutama prasarana perkeretaapian, yang terpercaya dan profesional.

PT KAPM

Riesta Junianti selaku Marketing Public Relations KAPM menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih dalam tahap penyelesaian proses perizinan yang diurus oleh pemerintah terkait, mengenai pogres pembangunan pusat komersil yang memakan lahan seluas 39.980 m2 ini. Adapun mengenai perizinan tersebut yakni sertifikasi HPL, perizinan Amdal, dan Andalalin. Untuk masalah perizinan, Riesta mengakui bahwa akan memakan waktu yang tak sebentar.

Lanjut Riesta, KAPM juga akan terlebih dahulu mengurus persayaratan termasuk surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sebelum nantinya memulai kontruksi. Nantinya jika pihaknya sudah mengantongi permasalahan perizinan, kontruksi pun langsung dikerjakan. Tim Amdal pun saat ini tengah berusaha melakukan konsinyasi untuk finalisasi dokumen Amdal di Pemerintah setempat. Ditargetkan pada bulan Agustus 2016, Izin Lingkungan tersebut sudah selesai.

Saat ini mengenai Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) juga masih dalam tahap proses pengurusan. Dalam mengurus Andalalin ini pun sempat tersendat, lantaran perubahan status jalan Sudirman menjadi jalan Kabupaten, yang sebelumnya merupakan jalan Nasional. Terkait hal tersebut, Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan surat rekomendasi pengurusan menjadi ke Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas. Sertifikat HPL hingga detik ini masih dalam proses pengurusan di BPN Pusat yang terletak di Jakarta. Sehingga belum dapat dipastikan mengenai waktu selesainya.

PT KAI

Anah usaha PT KAI (Persero) tersebut berharap untuk peletakan batu pertama proyek pusat komersil ini dilakukan pada di tahun ini juga. Namun hal tersebut tetap tergantung pada proses perizinan yang memang menjadi syarat utama dalam proses pembangunan suatu bangunan.

Sejatinya, pembangunan kawasan perbelanjaan dan pusat perkantoran seluas 39.980 m2 tersebut sudah direncakan pada tahun 2013. Dengan ditandai ditandatanganinya kontrak antara PT KAI (Persero) dengan PT KPAM.