RI – Malaysia Jalin Kerja Sama Di Sektor Properti

Dalam perhelatan 12 th World Islamic Economic Forum, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, sejumlah penandatanganan kerja sama antara perusahaan multinasional dengan perusahaan-perusahaan negara Islam yang menghadiri acara tersebut, dilakukan. Salah satu penandatanganan tersebut adalah antara Pengembang asal Indonesia yakni PT Hanson International Tbk, dengan 3 Perusahaan Pengembang Malaysia, yaitu SP Setia Sdn Bhd, Sime Darby Berhard, dan I&P Group Sdn. Bhd.

12 th World Islamic Economic Forum

Pihak-pihak yang bekerja sama tersebut nantinya akan membangun proyek di bidang properti senilai Rp 11,29 triliun diatas lahan seluas 500 hektar yang akan dibangun di Maja, Tangerang. Dalam kerja sama yang ditandatangani hari ini, seluruh perusahaan yang terkait akan membentuk perusahaan patungan, yang dimana masing-masing perusahaan memegang hak kepemilikan saham sebesar 20%, atas perusahaan pantungan yang dibentuk tersebut.

penandatanganan

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Chairman WIEF Tun Musa Hitam, Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Tan Sri Dato’ Seri Mohd Bakke Salleh selaku President dan Group Chief Executive Sime Darby Berhad mengatakan bahwa kami bersama-sama mengembangkan lahan seluas kurang lebih 500 ha di Maja, Tangerang. Proyek ini pun memakan investasi sebesar US$ 862,27 juta atau setara RM 3,5 miliar atau jika ke Rupiah sebesar 11,29 triliun.

Di tempat yang sama, Edi Yosfi selaku Chairman Group Hanson mengutarakan bahwa kami turut bangga akan bermitra bersama perusahaan ternama di Malaysia, dengan berbagai pengalaman yang sangat luas dan dalam mengenai industri pengembangan properti. PT. Hanson sangatlah optimis akan kerja sama ini, dan berharap dapat memberikan kontribusi terhadap Pemerintahan Indonesia yang berusaha menyediakan perumahan yang terjangkau.

Perumahan

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO Hanson International, Benny Tjokrosaputro mengucapkan bahwa pembangunan proyek perumahan dengan harga terjangkau di kawasan Jabodetabek, termasuk di Maja ini didasari oleh populasi kelas menengah yang semakin bertambah. Hal ini pun juga berjalan sesuai dengan Visi Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Bursa Efek Malaysia dengan Bursa Efek Indonesia sudah berkerja sama dalam pembangunan pelabuhan Cirebon. Dengan kata lain, ini merupakan rangkaian dari kerja sama tersebut. Penandatanganan kerja sama ini merupakan satu dari total aksi yang dilakukan di sela-sela WIEF 2016 berlangsung. Adapun penandatanganan lainnya tersebut, yakni:

  • Jakarta Industrial Estate Pulogadung dan IPC
  • Majlis Agama Islam Negeri Johor dengan UM Land J-Biotech Park Sd Bhd (Johor Halal Park)
  • PT Amanah Nusantara Internasional (Malaysia) dan PT Pelabuhan Indonesia II (IPC)
  • Bursa Malaysia dan Bursa Efek Indonesia untuk pengembangan produk-produk pasar modal syariah
  • SME Cooperation Malaysia dan UM Land J-iotech Park Sdn Bhd (Johor Halal Park)
  • Johor Toyyiban Laboratories Sdn Bhd dan UM Land J-Biotech Park Sdn Bhd (Johor Halal Park)
  • Aladdin Group Sdn Bhd (Malaysia) dan Achmad Riawan of PT Aladdin DotKom Indonesia (Indonesia)
  • Brainy Bunch Sdn Bhd (Malaysia) dan PT Brainy Bunch Indonesia
  • Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas yang meluncurkan peta jalan (masterplan) arsitektur keuangan syariah.
  • Kumpulan Perubahan (Johor) Sdn Bhd dengan Sojitz Corporation (Jepang) dan Capital Medica Co. Ltd (Jepang)