Tag Archive: Pengampunan Pajak

Peserta Tax Amnesty Bebas PPh Untuk Balik Nama Aset Tak Bergerak

Pemerintah selain meloloskan para Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dari sanksi pidana pajak, juga akan memberikan insentif pembebasan pajak penghasilan (PPh) berupa biaya transaksi untuk balik nama aset saham maupun juga harta tak bergerak seperti rumah dan tanah. Kebijakan tersebut tertuang dalam Pasal 24 dan 25 Bab XIII Fasilitas Pengampunan Pajak di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 118/PMK/2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016 soal Pengampunan Pajak. Adapun tujuan insentif ini, yakni agar pihak-pihak mau melaporkan atas aset mereka yang dimana menggunakan nama orang lain, dan tentunya mengganti menjadi nama mereka yang merupakan pemilik asli sebenernya.

Amnesti Pajak

Balik nama aset berupa tanah maupun rumah ini juga sangat penting untuk kehidupan pemilik asli dan masyarakat pada umumnya. Lantaran dapat mengurangi resiko sengketa tentunya antara pemilik asli dengan pemilik namanya yang tercantum di dalam sertifikat aset. Misal saja si Z pada saat membeli tanah menggunakan nama saudaranya, yakni si X. Sehingga saat terjadi sengketa terhadap keduanya tersebut. Si Z akan terlihat lemah dimata hukum, karena namanya tak tercantum dalam sertifikat kepemilikan tanah tersebut.

Syaratnya untuk mengajukan permohonan balik nama begitu mudah, cukup mengisi formulir yang dapat diambil di KPP terdekat. Jika tak bisa datang ke KPP, kalian bisa mengunduhnya melalui situs ortax.org, dan tentunya dokumen seperti sertifikat rumah maupun tanah harus dilampirkan. Nantinya, WP tinggal membayar uang tebusan pengampunan pajak sesuai yang sudah ditentukan. Setelah itu, WP akan diberikan surat keterangan amnesti pajak, sebagai bukti telah mendapatkan pengampunan pajak. Proses balik nama ini harus dilakukan sebelum tanggal 31 Desember 2017, untuk mendapatkan bebas biaya pajak, alias PPh-nya 0%.

Pajak

Untuk mengetahui besaran uang tebusan Tax Amnesty, langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah dengan menghitung nilai aset secara bersih yang memang nantinya akan dideklarasikan. Cara menghitung nilai aset bersih yakni dengan mengurangi kewajiban-kewajiban lain dengan total nilai aset. Contohnya, jika kalian memiliki aset rumah yang dimana masih proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR), senilai Rp 500 juta. Dari nilai sebesar itu, kalian sudah membayar sebesar Rp 300 juta, dan tersisa cicilan sebesar Rp 200 juta. Nah, nilai aset bersih kalian itu adalah Rp 300 juta.

Uang Tebusan

Besaran uang tebusan sebesar 2% untuk deklarasi yang dilakukan sebelum tanggal 30 September 2016. Sedangkan jika dilakukan dalam kurun waktu 1 Oktober hingga 31 Desember 2016, besaran uang tebusannya naik 1%, menjadi 3%. Dan besaran uang tebusan menjadi 5% untuk deklarasi pada tanggal 1 Januari 2017-31 Maret 2017.

Untuk aset yang berada di luar negeri, deklarasinya akan berbeda, begitu pula uang tebusan. Sebelum pada tanggal 30 September 2016, besaran uang tebusan sebesar 4%. Untuk tanggal 1 Oktober-31 Desember 2016 menjadi 6%. Dan besaran uang tebusan menjadi 10% pada jangka waktu 1 Januari hingga 31 Maret 2017.